Perbedaan Kontraktor Dengan Pemborong Rumah

21159 views

Kali ini Admin akan membahas perbedaan lagi antara kontraktor dengan pemborong rumah. Mungkin memang perbedaan diantara kedua itu sudah banyak diketahui oleh beberapa orang, termasuk para orang awam yang memerlukan jasa kontraktor atau pemborong rumah dalam mengerjakan suatu proyek pembangunan di lingkungan mereka. Mungkin diantara kalian sudah membaca artikel admin tentang Perbedaan 1. Kontraktor Dengan Pemborong Rumah tentu kalian sudah mengerti sedikit.

Dalam artikel itu admin membahas secara singkat perbedaan tentang kelebihan dan kekurangannya, tidak secara terlalu spesifik. Jadi di artikel ini admin akan coba bahas beberapa spesifikasi tentang perbadaan diantara keduanya. Silahkan simak baik-baik, tidak terlalu cepat, karena admin ingin kita semua tidak tertipu saat memilih mereka untuk membangun atau menjalankan suatu proyek.

SIUP atau Surat Izin Usaha

Umumnya seseorang bila ingin menjalankan suatu proyek usaha pembangunan ingin sekali kualitas dan kuantitas yang sangat memadai untuk proyek mereka. Terlebih lagi bila memang suatu jasa kontraktor atau pemborong rumah sudah ada yang dikenal, pasti lebih mudah dalam mengurusnya serta tanggung jawab mereka dipastikan sudah bisa terlihat.

Untuk kontraktor rumah, mereka dibangun dalam perusahaan perseorangan atau juga berbadan hukum untuk menambah devisa negara. Mereka mempunyai Surat Izin Usaha atau biasa disebut sebagai SIUP. SIUP ini diberikan kepada para jasa kontraktor rumah dengan mengidentifikasi bahwa usaha mereka legal dan bisa dipercaya. Jadi untuk melakukan survey bila ingin memakai jasa mereka kalian bisa membuka tender kecil-kecilan untuk mengetahui mana jasa kontraktor rumah paling bagus dari survey kalian.

Lain halnya bagi pemborong rumah. Mereka semua, penjedia jasa pemborong, tidak memiliki SIUP untuk usaha mereka. Mungkin dalam benak kalian akan keluar “untuk apa memilih jasa pemabngunan proyek bila ilegal?”, ada benarnya untuk hal ini. Tapi jangan berprasangka buruk juga untuk mereka, mungkin mereka memiliki keahlian dalam membangun suatu proyek bangunan tapi tidak memiliki dana untuk itu. Bagi kalian yang ingin sekali menggunakan jasa pemborong, bisa menanyakan kepada tetangga, kerabat, atau orang di sekitar kalian mengenai kualitas dan kuantitas pekerjaan mereka bila mengerjakan suatu proyek.

AD/ART dalam struktur organisasi

Hal ini perlu dijalankan bila termasuk ke dalam suatu bisnis perusahaan atau CV, karena akan memberi kemudahan untuk para karyawan atau pekerja dalam perusahaan supaya tidak ikut campur dalam pekerjaan lain yang bukan bidangnya.

Kontraktor rumah memiliki struktur organisasi yang jelas dan bisa dilihat dalam tabel kantor yang dipajang di dinding. Siapa CEO, manager, mandor, dan lain-lainnya. Dalam struktur ini sudah dibagi-bagi tugas tiap individu dan tidak perlu campur tangan kecuali memang dibutuhkan bila mampu. Dalam bisnis jasa kontraktor rumah pun memiliki AD/ART atau hukun atau bisa juga disebut kode etik bagi perusahaan itu sendiri.

Sedangkan pemborong ini, mereka berdiri sendiri tanpa ada campur tangan hukum. Tidak ada struktur organisasi yang jelas, juga tidak ada AD/ART sebagai pertanggung jawaban individu. Mereka kerap berbisnis perseorangan, bila mengerjakan proyek yang diperlukan banyak orang jasa pemborong ini memanggil teman atau saudaranya untuk membantu.

Cukup berbeda bukan diantara keduanya? Kalau kalian ingin mengetahui mana bagus dari kontraktor rumah atau pemborong, pilihlah sesuai kebtuhan masing-masing. Bila ingin membangun proyek rumah atau dalam level rendah saja kalian cukup menggunakan jasa pemborong. Tapi bila membangun sebuah apartemen atau dalamlevel medim hingga nasional, kalian silahkan menggunakan jasa kontraktor rumah. Tapi hindari juga para kontraktor rumah nakan yang hanya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

Tags: #Kontraktor #Kontraktor Advicon #Kontraktor Rumah #Kontraktor Rumah Advicon #Kontraktor Rumah Murah #Syarat Kontraktor Rumah

Leave a reply "Perbedaan Kontraktor Dengan Pemborong Rumah"

Author: