Produk Baru GDILab? Cocok Untuk Menganalisa Data

2121 views

Semakin maju era dunia digital di Indonesia, menjadikan pemakaian dari media sosial pun berkembang demikian pesat. Data-data yang bertebaran di media sosial pun tidak terhitung jumlahnya, letupan jumlah data amat besar kadang dapat melebihi jutaan tanpa ada yang mengelola jadi satu file atau folder. Banyak betul data yang berantakan di media sosial tanpa dapat dimanfaatkan dengan baik untuk perusahaan. Padahal data itu dapat digunakan tuk menaikan kinerja terhadap sebuah perusahaan. Menyadari fakta seperti itu, GDI Lab, sebuah perusahaan startup Indonesia sukses mecetak terobosan dengan menciptakan aplikasi khusus tuk menganalisa data-data dari platform media sosial semacam Facebook, Twitter dan Instagram yang dijuluki sebagai GDI Analytics. GDI Analytics itu diharapkan dapat jadi salah satu solusi tuk menambah performa perusahaan dari informasi yang telah didapatkan dari data di jalur media sosial.

Tentang GDI Analytics

GDI Lab yang menciptakan GDI Analytics merupakan sebuah startup di bidang TI yang didirikan di bulan Desember 2013. Tuk produk barunya GDI Analytics itu, diproyeksikan dari mesin analitik pintar yang dinamakan dengan Genesis Technology atau singkatan dari Generate Analysis. GDI Analytics disebut bisa menyokong penggunanya tuk menganalisa data dari sejumlah platform di media sosial yang populer di Indonesia. Tiga media sosial yang dapat dianalisa dari produk itu ialah Twitter, Facebook, dan Instagram. Dipilih ketiga media sosial tersebut sebab data dari ketiganya ditunjuk mengantongi potensi yang berkelas tuk diolah jadi digital market insight.

Dari pemakaian GDI Analytics tersebut, pengguna dimungkinkan dapat memperoleh banyak data mengenai apa yang tengah ramai dibicarakan publik tentang sebuah brand dan produk. Disamping itu pun dapat mengukur performa buzzer, siapa saja yang ikut mempromosikan suatu kampanye dan juga sekaligus dapat mengetahui lokasinya.

Di samping itu, juga dapat mengukur seberapa populer suatu kampanye marketing yang telah dijalankan. Tuk dapat mempergunakan layanan itu, GDI Lab menentukan harga yang tergolong untuk orang lain cukup terjangkau. Pengguna cuma dipungut biaya sebesar Rp.500.000 setiap bulannya. Tetapi bila pelanggan ingin memperoleh layanan yang lebih detail, semacam penggunaan layanan hingga pada presentasi report pada pelanggan, maka biaya yang berikan pun lebih tinggi.

GDI Analytics Akan Menambah Media Sosial Untuk Dianalisa

Keberadaan GDI Analytics ditujukan tuk melayani perusahaan khususnya UKM tuk mengoptimalkan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri. Sebab dari data yang dikelola dapat diperoleh obrolan yang tengah ramai dibicarakan bisa tentang kebijakan, kuliner atau info yang lain.

“Berkat data yang kami olah, kami boleh tahu bahwa pedagang kaki lima tertentu umumnya membicarakan mengenai kebijakan, makanan favorit, dan sejenisnya. Informasi tersebut bernilai tuk riset pasar,” terang Jefri Dinomo, Co-founder dan VP Product Development dari GDI Analytics ketika launching GDI Analytics.

Tuk menyediakan bermacam-macam data dari media sosial didalam bentuk Software as a Service (SaaS) dapat diakses lewat browser. Tetapi tuk pengumpulan data, mereka jelas tidak bisa bebas tanpa izin. Semacam halnya di media sosial Twitter, mereka bersedia memberi datanya, GDI Lab segera bekerja sama dengan Twitter hingga dapat memakai Software Development Kit (SDK) dari Twitter sendiri.

Lewat SDK, Twitter memberikan beraneka ragam informasi yang sifatnya umum misalnya lokasi, jumlah post, retweet, jenis kelamin, umur, percakapan antara pengguna, dan yang lainnya. Walau Twitter mau memberi datanya tapi mereka selalu menjunjung dari privasi penggunanya.

“Semua mampu dianalisis, tapi tak semua data kami buka. Twitter tentu makin menjaga privasi penggunanya. Tak mungkin orang ingin dibuka setiap datanya,” ujar Roy Simangunsong, Country Head Twitter Indonesia.

Kedepannya GDI Analytics bakal mengembangkan cakupan media sosial yang dapat dianalisis. Bila kala ini hanya di tiga media sosial raksasa seperti, demi selanjutnya GDI Analytics ingin bisa mengelola data dari media sosial yang lain semacam Pinterest dan Youtube. Demi menunjang kinerjanya dan menambah performa startup yang dibangun oleh Billy Boen, Yopie Suryadi, Jefri Dinomo dan Masas Dani tersebut mengadakan kerja sama dengan perusahaan dari Thailand yang pula bergerak di bidang data analitis, Digital Associates.

Tags: #cara membuat blog menjadi seo friendly #cara membuat judul blog seo friendly #seo friendly blog templates #seo friendly blogger templates free

Leave a reply "Produk Baru GDILab? Cocok Untuk Menganalisa Data"

Author: